Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Penulisan Esai

getessay – Esai merupakan suatu tulisan yang memiliki pandangan atas isu ataupun permasalahan tertentu. Kemampun menulis esai pula menjadi salah satu keahlian berarti yang harus dipunyai seorang siswa paling utama mahasiswa.

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Penulisan Esai -Di bangku perkuliahan, para mahasiswa sering kali diserahkan kewajiban menulis esai buat dijadikan penilaian dosen. Tetapi tidak jarang, banyak kekeliruan yang bisa jadi terjadi dalam cara pembuatan esai.

Hal- hal berikut ini bisa jadi tidak kalian sadari dikala menulis artikel. Dengan mengenali kesalahan- kesalahan selanjutnya ini, kalian tidak butuh mengulang kesalahan yang serupa lagi. Kurang lebih apa saja ya?

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Penulisan Esai

Beberapa Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Penulisan Esai

a. Isi tidak nyambung dengan topik
Saat sebelum menulis esai pahami terlebih dulu topik yang diberikan. Apabila kalian harus memastikan topik sendiri, carilah referensi yang mendukung pembahasan topik alhasil kalian mudah buat menuangkan isi pikiranmu serta tidak melenceng dari topik. Buat perencanaan mengenai apa yang akan kalian bahas, pastikan kata kunci, serta kerangka esaimu.

b. Tidak ada paragraf pembuka
Pembuka ataupun pendahuluan merupakan salah satu metode supaya pembaca memahami apa yang isi esai yang kalian tulis. Pembuka inilah yang akan membuat pembaca tertarik buat lalu membaca esai kalian sampai selesai. Jadi, buat pengantar semenarik bisa jadi serta pastinya harus sesuai dengan poin- poin topik yang akan kalian bahas.

c. Tidak ada gagasan utama dalam esai
Gagasan penting ataupun disebut pula ide utama itu berarti buat meningkatkan paragraf berikutnya. Gagasan utama berfungsi dalam menjelaskan masalah utama yang akan dibahas dalam paragraf itu. Hingga dari itu, gagasan utama itu cuma terdapat satu di tiap paragraf. Gagasan utama terletak di perkataan penting yang letaknya dapat di awal, di akhir, ataupun di tengah paragraf.

d. Gagasan utama miskin ide
Uraikan tiap poin- poin berarti dalam paragraf supaya pembaca lebih menguasai esai yang kalian tulis. Penjabaran ide dapat dilakukan dengan metode membuat cerita, detail permasalahan, serta memberikan contoh. Hal itu bisa memperkuat argumen yang kalian berikan. Tulisan yang berkualitas pastinya jadi nilai tambah sendiri buat esai kalian.

Baca Juga : Metode Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

e. Gagasan utama tidak disertai bukti
Kemampuan materi berarti sekali dalam menulis esai. Kalian tidak butuh ragu buat menuliskan opinimu, namun harus disertai bukti yang mendukung pandangan itu. Seluruh pangkal yang disertakan juga harus jelas serta bisa dipertanggungjawabkan. Pembaca akan lebih senang mengenali keadaan yang belum pernah mereka tahu. Ini akan menaikkan pengetahuan baru untuk pembaca.

f. Tidak ada kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian berarti dari esai yang kalian tulis. Kesimpulan bermuatan penerangan atas ulasan dari topik yang sudah kalian uraikan. Tidak hanya itu, tidak butuh mengulang apa yang kalian katakan dalam esai sebab pastinya ini akan percuma. Yakinkan perkataan yang kalian maanfaatkan menarik serta memberikan kesan supaya pembaca kembali mengenang isi dari esai yang kalian tulis.

– Cara Menulis Esai Yang Benar
Menulis esai tidak sangat sulit, terlebih bila tema tulisan telah terdapat, bahan tulisan telah ada, bentuk tulisan telah disusun. Supaya menulis esai berjalan dengan mudah, hingga dibutuhkan kegiatan prapenulisan, penulisan, serta pascapenulisan. Pada prapenulisan, kita harus memastikan tema serta tujuan, mengumpulkan bahan, menata outline sebagai urutan inti aktivitasnya. Berikutnya, langkah penulisan dengan meningkatkan tema sesuai tujuan serta mencermati outline. Berikutnya, pada langkah pascapenulisan, dilakukan editing serta perbaikan dan penyusunan ulang. Selanjutnya ini penjelasan singkat prosedurnya.

1. Menentukan Tema atau Topik
Tema tulisan dapat didapat sebagai pilihan dari tema yang terdapat ataupun suatu tema sebagai ketentuan. Bila tidak terdapat tema atau topik yang ditentukan buat ditulis, hingga kita mencari serta memastikan tema secara mandiri. Dalam perihal ini, seringkali kita bimbang dalam memastikan tema. Buat menanggulangi permasalahan itu, disarankan supaya kita memilah tema tulisan yang menarik perhatian kita, yang digemari, yang dipahami, serta yang dipahami. Sehingga, kita akan lebih mudah membuat esai.

Baca Juga : Menulis Artikel Bersama Para Penulis Ahli South Carolina USA

2. Menentukan tujuan tulisan
Tujuan tulisan lumayan berarti buat dicermati supaya tulisan jadi lebih terencana ataupun fokus. Bila sudah mengenali tujuan menulis esai, pasti akan mempermudah kita dalam mencari gagasan, membuat analisis, membagikan pemahaman, membuat alasan, ataupun menyusun penjelasan isi yang akan dihidangkan.

3. Merumuskan masalah serta melaksanakan riset data
Merumuskan permasalahan berarti menganalisa isu apa yang akan diangkat dalam tema atau topik yang akan ditulis. Dalam perihal ini, butuh dilakukan pengembangan pada gagasan supaya esai dapat menyakinkan pada pembaca. Perkembangan gagasan dilakukan lewat bermacam kegiatan ini antara lain dengan membaca sebagian referensi yang relevan serta melaksanakan riset buat mencari data ataupun kenyataan yang bisa mendukung pandangan yang kita bangun didalam esai. Sumbernya dapat berawal dari media cap ataupun elektronik, novel, kajian langsung ataupun pemantauan, serta lain- lain. Pertanyaan yang patut dikemukakan sebagai bahan pertimbangan ialah: apakah bacaan atau informasi ini berguna untuk topik ataupun gagasan aku? Apakah bisa mendukung gagasan saya? Apakah saya harus membaca sumber lain supaya bisa menjawab serta menguraikan tema esai? Apakah pangkal pustaka serta informasi telah lumayan mencukupi buat menguatkan kesimpulan yang akan ditulis?

4. Membuat Outline( Kerangka Tulisan)
Tema ataupun topik ibarat clue dalam tulisan, sebaliknya outline contoh desain ataupun blue print dalam tulisan. Outline disusun buat memastikan apakah seluruh ide yang akan ditulis lumayan lengkap,apakah seluruh ide kohesif, apakah seluruh ide disusun dengan sistematis, apakah urutan ide itu logis?Outline bisa disusun dalam bentuk kerangka topik ataupun kerangka perkataan. Dalam outline wajib dicermati kesederajatan masuk akal, kesetaraan bentuk, kepaduan, serta penekanan. Perihal ini dilakukan buat memudahkan menulis esai, alhasil esai koheren serta tidak pergi rute dari poin yang dibahas. Tidak hanya itu, outline dipakai buat membuat tulisan jadi terorganisir dengan menata pandangan serta informasi ke dalam satu kesatuan.

5. Menulis Esai
Esai ditulis bersumber pada ouline yang sudah terbuat. Ikutilah bentuk kerangka saat menulis esai dengan cara analitis dengan mencermati bagian pendahuluan, isi atau ulasan, serta penutup atau kesimpulan. Maanfaatkan bahasa yang baik serta benar. Cermati pemakaian pelafalan, ciri baca, serta diksi yang bagus. Maanfaatkan perkataan efisien serta paragraf- paragraf yang baik.

6. Membetulkan esai yang sudah ditulis
Editing dicoba buat mengecek apakah artikel yang kita tulis telah bagus, ialah dengan mengecek apakah ide- ide yang ditulis koheren, apakah diksi yang dipakai pas, apakah perkataan yang dipakai efisien, apakah pelafalan serta ciri baca telah benar, serta lain- lain. Pandangan yang ditilik berhubungan dengan mekanika, bahasa, serta isi dari esai. Terkadang terdapat pergantian ujung penglihatan isi yang sedang butuh diperkuat dengan sumber baru. Sehabis artikel diedit, tahap berikutnya menulis balik serta melengakapi esai dengan referensi. Cantumkan seluruh sumber yang diambil dalam daftar pustaka ataupun dalam wujud footnote. Tulis pula bukti diri pengarang esai secara singkat.

Saat ini kalian telah ketahui apa kesalahan yang kerap terjalin saat menulis esai. Perbaiki esaimu serta tingkatkan kemampuanmu dalam menulis esai. Semoga berhasil!