7 Cara Praktis Menulis Esai Yang Sangat Bagus

7 Cara Praktis Menulis Esai Yang Sangat Bagus – Lagu pembuka adalah segalanya. Pembaca sering memutuskan apakah akan membaca artikel atau tidak berdasarkan paragraf pembuka. Teks yang panjang bisa menarik karena memiliki paragraf pembuka yang menarik. Jadi bagaimana Anda membuat paragraf pertama esai yang dapat melibatkan pembaca?

7 Cara Praktis Menulis Esai Yang Sangat Bagus

getessay – Selain itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan esai sebagai prosa esai yang mencakup topik yang lewat dari sudut pandang pribadi penulis. Untungnya, saya mendapat beberapa tips tentang cara membuat paragraf pembuka yang menarik dari Heru Sang Amurwabumi, seorang penulis Indonesia yang bercita-cita tinggi, di Ubuda Writers and Readers Festival 2019. Berikut rangkumannya.

Baca Juga : Perkembangan Media Sosial Dalam Sebuah Essay

Sebagai mahasiswa atau dosen, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan esai. Esai adalah esai prosa yang membahas topik yang lewat dari sudut pandang pribadi penulis. Esais disebut esais. Esai seperti format esai bisa informal dan formal. Dalam esai informal, bahasa percakapan digunakan, dengan “aku” sebagai bentuk sapaan dan seolah-olah langsung menyapa pembaca. Ketika sampai pada esai formal, pendekatannya serius.

Penulis menggunakan semua persyaratan penulisan. Sebuah esai harus terdiri dari beberapa bagian, yaitu awal, tengah, dan akhir. Menurut McMillan dan Weyers, esai terdiri dari pendahuluan, isi, dan kesimpulan.

  • Pertama, pendahuluan yang memberikan informasi latar belakang yang mengidentifikasi topik pembahasan dan pengantar topik yang akan dievaluasi oleh penulis. Kedua, tubuh esai berisi semua informasi tentang topik.
  • Ketiga, ada bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyatakan kembali gagasan utama, meringkas tubuh esai, atau menambahkan beberapa pengamatan tentang topik yang penulis evaluasi.

Di bagian pengantar, perhatikan bahwa esai tidak pernah dimulai dengan definisi kampus. Esai harus dimulai dengan jawaban terpendek dan paling ringkas untuk pertanyaan ilmiah. Menulis pembukaan atau pendahuluan pada dasarnya mengajukan pertanyaan yang perlu dijawab.

Dengan kata lain, cara pengenalannya adalah membuat otak berpikir kritis. Ini hanya pengantar. Kita masih perlu mengetahui bagian-bagian esai. Tenang saja, pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana cara menulis esai untuk anda praktekkan dan coba. Ini perkiraannya.

Macam-macam Karangan Esai

Ada 6 lampiran dalam lampiran. Tentu ada perbedaan antara satu jenis esai dengan yang lain. Ada berbagai jenis deskripsi esai, judul, fragmen karakter, pribadi, reflektif dan kritis. Ulasan ini selesai.

-Tulis esai deskriptif. Jenis esai ini dapat menulis topik atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian penulis. Itu bisa menggambarkan rumah, sepatu, resor, dll.
-Menulis esai topik.
Esai semacam itu dapat dilihat di koran dan majalah. Esai ini memiliki tugas khusus yang menggambarkan pendapat dan sikap surat kabar/majalah terhadap subjek dan masalah yang dihadapi masyarakat. Dengan bantuan judul esai, surat kabar membentuk opini pembaca. Judul surat kabar tidak boleh mencantumkan nama penulis.

Menulis esai karakter.

Esai ini memungkinkan penulis untuk mengungkapkan kepada pembaca beberapa aspek kehidupannya sendiri. Berdasarkan karakternya, pembaca dapat mempelajari sikap penulis terhadap tipe orang yang digambarkan. Di sini penulis tidak menulis biografi. Dia hanya memilih bagian terpenting dari kehidupan dan karakter seseorang.

Tulis esai pribadi

Hampir sama dengan karakter pakem. Namun, esai pribadi ditulis oleh orang itu sendiri. Penulis berkata, “Aku adalah aku. Saya akan memberi tahu Anda tentang hidup saya dan sikap saya terhadap kehidupan. Dia membuka tabir atas dirinya sendiri.

Menulis esai reflektif.

Esai reflektif ditulis dengan nada formal dan serius. Penulis secara mendalam, sungguh-sungguh dan hati-hati mengungkapkan beberapa masalah penting yang berkaitan dengan kehidupan seperti kematian, politik, pendidikan, dan sifat manusia. Artikel ini ditujukan untuk para peneliti.

Menulis esai kritis.

Dalam esai kritis, pengarang berfokus pada deskripsi seni, misalnya seni lukis, tari, patung, teater, sastra. Esai kritis dapat ditulis tentang seni tradisional, masa lalu seniman, seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca akan pemikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik terhadap karya sastra disebut kritik sastra.

Selanjutnya, kita membahas cara menulis esai latihan dengan mudah. Anda tidak perlu khawatir dan bingung, kami akan membahas cara menulis esai dengan langkah-langkah praktis. Biasanya ada tujuh langkah praktis untuk membuat esai yang mudah digunakan. Melakukan esai ini menuntun kita untuk menulis esai yang menarik. Apakah kamu seperti itu.

7 Cara Praktis Menulis Esai / Essay

1. Tentukan topik

Jika Anda ingin menulis esai, Anda harus terlebih dahulu memutuskan topiknya. Esai yang baik memiliki topik tertentu. Buatlah menarik dengan memilih topik esai yang menarik. Topik yang menarik adalah topik yang memiliki tema khusus dan memiliki ciri khas tersendiri atau memiliki karakter yang kuat pada pengarangnya. Subjek yang khas berarti fokus atau sempit.

Jangan terlalu luas karena akan terkesan bertele-tele dan membingungkan pembaca. Sementara itu, karakter yang kuat dapat dilihat dari kemampuan pengarang mengambil posisi dalam menelaah pokok-pokok pikiran atau gagasan-gagasan pembahasan esai.

Apakah penulis pro, negatif atau netral. Semakin spesifik topiknya, semakin baik. Demikian juga, semakin kuat karakternya, semakin baik. Esai yang baik harus memiliki gagasan yang jelas. Jangan mengambil sudut pandang yang kabur, karena ini akan mengurangi kualitas esai.

2. Siapkan garis besar

Saat menulis esai, garis besar membantu memberikan ikhtisar yang mencakup poin-poin spesifik tentang topik yang ingin Anda bahas. Dalam esai, tata letak dapat berperan sebagai peta dan pemikiran atau deskripsi dalam pertanyaan khusus yang menunjukkan apa yang dideskripsikan dalam esai.

Garis besar esai itu penting. Sayangnya, banyak yang bingung dan menyepelekan cara membuat outline saat mencoba menulis esai. Padahal, outline lah yang berperan dalam menjaga konsistensi tulisan kita. Gambar utama adalah titik perbandingan kami untuk menguraikan topik yang dibahas dalam esai. Misalnya seperti yang dibicarakan “kemerosotan moralitas bangsa”. Artinya desain yang dapat dilakukan adalah:

  • kepentingan moral
  • Kondisi moral bangsa saat ini
  • Kondisi moral bangsa di masa lalu
  • Perkembangan kondisi moral di dunia.
  • Pengaruh moralitas dunia terhadap moralitas masyarakat Indonesia.
  • Seperti apa pendidikan moral saat ini?
  • Betapa idealnya pendidikan akhlak. Partisipasi warga negara dalam pendidikan moral.

3. Kumpulkan bahan

Dengan menggunakan outline yang dibuat sebagai panduan menulis esai, Anda bisa mulai mengumpulkan bahan untuk menguraikan poin-poin dari outline tersebut. Pilih materi yang relevan dan mendukung gagasan utama esai. Perhatikan bahwa bahan yang Anda pilih dapat meningkatkan karakter esai. Alangkah baiknya jika esai berisi informasi faktual untuk mendukung argumen.

4. Jelaskan isinya

Setelah materi diuraikan, cara menulis esai selanjutnya adalah menguraikan pokok-pokok pokoknya. Jelaskan terlebih dahulu setiap poin yang ingin Anda gambarkan, mengikuti konsep garis besar. Pastikan setiap paragraf memiliki topik utama yang jelas untuk dijelaskan.

Contoh esai singkat di Internet

Selain itu, isi setiap paragraf juga harus diperhatikan. Deskripsi paragraf pertama harus lengkap dan runtut, menguraikan gagasan utama paragraf, termasuk mendukung atau menguraikan gagasan utama esai. Ide esai terbaik dijelaskan dan diilustrasikan dengan contoh, detail, dan deskripsi. Hal ini dapat memperkuat argumen yang disajikan dalam penulisan esai.

5. Tulis pendahuluan

Setelah ide atau isi esai ditulis, kita dapat menulis pendahuluan. Penulisan pendahuluan esai sebaiknya dilakukan setelah menguraikan isi paragraf, bukan sebaliknya. Karena setelah kita menjabarkan isi esai, kita lebih memahami isi esai sehingga dapat membuat pendahuluan yang lebih tepat yang mendukung isi esai dan mengarahkan pembaca untuk memahami isi esai.

6. Tulis kesimpulan

Setelah tubuh dan pendahuluan ditulis, hal terakhir yang ditulis adalah kesimpulan dari esai. Kesimpulan esai dapat ditulis di bagian akhir. Hal ini memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan yang tepat untuk esai karena kita telah memahami dan menguraikan semua bagian lain dari penulisan esai sehingga kesimpulan dan saran tepat.

7. Baca lagi dan beri sentuhan akhir

Ketika semua bagian esai ditulis. Jangan lupa untuk melakukan self-editing. Penyuntingan sendiri dilakukan dengan membaca ulang keseluruhan esai secara seksama dari awal sampai akhir. Perhatikan setiap kata, kalimat, dan paragraf. Cermati dan pahami apakah tulisan itu runtut, tidak terputus-putus dan mudah dipahami.

Pastikan bahasa tulisan yang digunakan sesuai dan mudah dipahami pembaca. Hal ini memungkinkan pembaca untuk dengan mudah menangkap pesan yang disampaikan dalam esai. Semua jenis pengetikan, ejaan, dan tanda baca juga harus diperhitungkan. Jika ada kesalahan, perbaiki. Jika kalimat masih membingungkan, mereka dapat diatur ulang. Jadikan esai sebagai kesimpulan yang menarik.